
Orang yang menderita gangguan seksual umumnya tidak mengerti dan menyadari kelainan seksual yang dideritanya. Seringkali kondisi ini membuat penderita tidak nyaman, namun tidak mampu untuk mengatasinya.
Bahkan, tidak jarang orang-orang yang berada di sekitarnya pun ikut terganggu dengan perbuatan yang dilakukan oleh penderita.
Kelainan seksual adalah kondisi dimana seorang terangsang dengan membayangkan atau terlibat pada korelasi seksual yang abnormal serta dilakukan secara berulang. Kondisi ini bisa menjadi defleksi seksual jika penderita membahayakan fisik atau psikologis orang lain.
Lantas, apa saja jenis-jenis penyimpangan seksual yang umum terjadi di masyarakat? Untuk lebih jelasnya mari kita simak ulasan selengkapnya berikut ini.
1. Masokisme
Masokisme adalah jenis penyimpangan seksual yang dimana orang tersebut akan mendapatkan kepuasan seksual ketika ia diperlakukan kasar oleh pasangannya. Beberapa orang menggunakan masokisma bisa berbentuk lisan hingga perlakuan menyakiti fisik yang tidak wajar. Bahkan kondisi ini bisa menyebabkan kerusakan otak hingga kematian.
Perilaku masokisme biasanya akan terlihat pada masa awal dewasa, dan terkaadang dimulai dengan ‘permainan’ masokis atau sadis selama masa kanak-kanak.
Untuk dapat didagnosis dengan gangguan masokisme, seseorang harus mengalami gairah seksual yang berulang dan intens karena dihina, dipukul, diikat, dan bentuk penderitaan lainnya.
Jenis dorongan, fantasi, atau perilaku ini harus ada setidaknya selama enam bulan, dan menyebabkan masalah yang cukup signifikan secara klinis, sosial, pekerjaan, atau bidang penting lainnya dalam kehidupan sehari-hari.
Selain itu, ciri masokisme lainnya adalah penggunaan ekstensif penyimpangan seksual yang melibatkan tindakan dilecehkaan, dipukuli, diikat, atau dibuat menderita.
2. Frotteurism
Frotteurism merupakan jenis penyimpangan seksual yang membuat seseorang berfantasi. Artinya, orang tersebut memiliki dorongan seksual yang sangat kuat untuk menyentuh payudara, bokong, kaki atau genital lainnya tanpa persetujuan.
Orang penderita frotteurism ini biasanya akan menggesekan penisnya ke orang lain secara diam-diam.
Selain itu, ia juga menyukai kegiatan seksual yang pribadi, namun dilakukan di ruang publik. frotteurism dikategorikan sebagai kekerasan seksual yang bisanya dilakukan di tempat ramai, seperti angkot, bus, kereta lift, bahkan jalanan.
Tidak ada obat yang bisa menyembuhkan kelainan seksual ini. Namun, pengidap bisa mengikuti terapi guna membantu menekan hasratnya tersebut. Terapi tersebut adalah psikoterapi dan mengonsumsi obat antiandrogen.
3. Transvestism
Jenis penyimpangan seksual lainnya adalah transvestism. Dimana pengidapnya akan merasa terangsang ketika melakukan sesuatu. Seperti menggunakan pakan lawan jenis (crossdressing). Namun, tidak setiap orang crossdressing mengidap transvestism.
Orang pengidap transvestism juga belum tentu berkeinginan untuk berubah jenis kelamin, seperti halnya transgender.
Penyebab dari kelainan seksual ini belum diketahui secara pasti. Namun, menurut penelitian hal ini diduga berkaitan dengan perkembangan gairah seksual pada masa pubertas.
4. Autogynephilia
Autogynephilia merupakan penyimpangan seksual dimana kecenderungan pria untuk terangsang secara seksual oleh pemikiran dirinya sebagai perempuan. Ini merupakan parafilia yang sering dihubungkan dengan transvetisme sebagai kelainan seksual sebelumnya.
Belum ditemukan secara pasti penyebab dari penyimpangan seksual yang satu ini. Namun, ada beberapa faktor yang diduga berkaitan dengan kondisi tersebut, seperti genetik, hormon selama perkembangan kehamilan dan lingkungan.
Dalam beberapa kasus, timbulnya penyimpangan seksual ini terjadi salam masa kanak-kanak.
Mungkin itu saja artikel kali ini tentang jenis-jenis penyimpangan seksual. Semoga informasi ini bermanfaat dan semoga kita semua terhidar dari perilaku atau korban seksual yang menyimpang tersebut.