Sederet Fakta Dibalik Kisah Ribuan Tentara Bulgaria yang Mengalami Kematian Secara Misterius

Kisah ribuan tentara Bulgaria mengalami mati konyol dalam perang tanpa peluru pada tahun 1913 silam, ini memang sudah banyak didengar. Banyak yang mengatakan jika semua itu bukan mati akibat peluru yang tertancap dalam tubuh, melainkan adanya serangan dari wabah kolera yang terjadi. Dalam sebuah berita dikatakan selama ini invasi Bulgaria oleh Rumania dalam perang Balkan kedua, keduanya mengalami kehilangan ribuan tentara. Menariknya tidak ada peluru yang ditembakkan, inilah yang menjadi menarik untuk dijadikan pembahasan.

Bulgaria pada waktu itu berperang dengan Yunani dan Serbia atas beberapa wilayah, tetapi dalam kenyataan invasi Rumania dan Bulgaria berubah menjadi sebuah bencana yang cukup menggegerkan. Kisah ribuan tentara Bulgaria mati bukan karena peluru melainkan dibunuh oleh musuh yang tidak terlihat, seperti apa yang terjadi. Berikut ini ada beberapa fakta yang perlu untuk Anda ketahui, antara lain:

1. Tuduhan adanya perang biologis.

Penyebab kematian yang tidak terjadi penembakan itu membuat sejumlah orang Bulgaria menggunakan wabah kolera menuduh Rumania melakukan perang biologis. Padahal kebersihan barak dan pola hidup yang kurang sehat dari para tentara membuat kolera mudah tersebar dengan cepat.

2. Tentara yang sangat kotor atau jorok.

Dari sumber yang terpercaya dikatakan tentara Rumania dan Bulgaria pada saat itu memiliki kondisi yang cukup kotor. Mulai dari pola hidup yang jorok itulah membuat banyak tentara mudah terserang berbagai penyakit.

3. Makan sembarang yang ada.

Fakta yang selanjutnya mengenai makanan yang digunakan, bahkan para tentara bisa konsumsi apa saja mulai dari polenta mentah, buah dan sayur mentah, sampai dengan minum air kotor dan masih banyak kebiasaan buruk lainnya.

Fakta itulah yang mematahkan anggapan jika kematian yang terjadi oleh ribuan tentara itu merupakan akibat dari perang biologis. Meskipun begitu sampai dengan saat ini masih sulit untuk menentukan kebenarannya seperti apa. Karena dalam kenyataannya tentara Eropa Timur bukan yang terbaik dalam kebersihan apalagi ketika berada di front asing. Terlepas dari semua pemberitaan, belum ada yang bisa memastikan alasan kenapa bisa mati secara serentak tersebut.