Pemberian Susu Formula dan ASI untuk Bayi

Pemberian Susu Formula dan ASI untuk Bayi

Berbicara mengenai pemberian susu formula dan bayi untuk bayi, sebagian dari para Ibu setelah melahirkan mungkin belum terbiasa untuk melakukannya, apalagi untuk para ibu muda.

Para bunda tidak perlu panik di saat produksi ASI Bunda berkurang, selama berat badan si Kecil masih bertambah dengan normal, ada baiknya Bunda memberikan kombinasi ASI dan susu formula. Hal ini dilakukan oleh sebagian ibu yang memilih memberikan kombinasi air susu ibu (ASI) dan susu formula secara bergantian pada bayi, ketika produksi ASI kurang lancar. Untuk hal ini Bunda, ada beberapa panduan yang harus diperhatikan. Untuk sebelumnya Bunda sebaiknya terlebih dahulu berkonsultasi kepada dokter anak mengenai perlunya memberikan susu formula sebagai tambahan.

Pemberian ASI Pada Bayi

Mengombinasikan ASI dan susu formula tentu tidak mudah dilakukan. Hal ini disebabkan oleh beberapa faktor, mulai dari adanya perbedaan sensasi yang dirasakan bayi saat mengonsumsi susu formula atau dari botol dengan menyusui langsung, hingga perbedaan rasa ASI dan susu formula. Disini Kami akan menjelaskan bagaimana pemberian kombinasi ASI dan susu formula pada bayi :

Tetap Berikan ASI Terlebih Dahulu

Memberikan susu formula di awal masa menyusui untuk membuat tubuh ibu secara otomatis dalammembatasi produksi ASI. Bunda dianjurkan untuk tetap mencoba memberikan ASI eksklusif selama 4–6 minggu pertama setelah si Kecil lahir atau lebih baik sampai 6 bulan pertama.

Lakukan Secara Bertahap

Saat mulai memberikan susu formula sebagai pendamping ASI, sebaiknya Bunda mengurangi jumlah menyusui secara bertahap, agar payudara tidak menjadi bengkak dan mengalami mastitis. Dengan demikian kebiasaan menyusui di salah satu waktu. Misalnya. jika sebelumnya Bunda sering menyusui si Kecil di malam hari, cobalah mengganti kebiasaan ini dengan memberikan susu formula melalui botol. Hal ini perlu waktu sampai si Kecil bisa menerima perbedaan rasa susu formula dengan ASI.

Lakukan Setelah Pemberian MPASI

Susu formula mulai diperkenalkan saat bayi berusia di atas 6 bulan. Sebab, di masa ini, frekuensi dan kadar ASI yang dikonsumsi bayi akan berkurang dengan sendirinya. Di saat bayi mulai mengonsumsi Makanan Pendamping ASI (MPASI). Bunda juga bisa mulai memberikan si Kecil air putih sebagai selingan.

Pilihlah Waktu yang Tepat

Saat Bunda ingin memberikan susu formula dalam botol untuk pertama kalinya, carilah waktu ketika si Kecil sedang tenang dan kenyang, bukan saat ia lapar, atau lebih baik jika susu formula diberikan bukan oleh Bunda. Agar si Kecil bisa membedakan dari aktivitas menyusui.

Tetap Sabar untuk Mencoba

Jika si Kecil menolak diberikan susu formula, mungkin Bunda bisa mencobanya lagi di lain waktu atau dengan bentuk botol yang berbeda. Bayi mungkin akan menolak untuk minum susu dari botol, sebab sudah merasa nyaman dan terbiasa dalam menyusui dari payudara. Sebaliknya, bayi yang lebih sering minum dari botol bisa jadi tidak mau lagi menyusui dari payudara.

Keunggulan Pemberian ASI Dibandingkan Susu Formula atau Susu Sapi pada Bayi, antara lain :

ASI menyediakan zat gizi dengan komposisi, jumlah, daya cerna, dan daya serap yang baik untuk bayi.

ASI melindungi bayi dari infeksi dan meminimalisir alergi protein pada ASI yang mengandung komponen antimikroba (immunoglobulin-A,lysozyme, dan lactoferrin) yang lebih tinggi dibandingkan protein susu sapi.

Komposisi ASI menyesuaikan dengan perkembangan bayi. 

Membantu perkembangan kognitif bayi melalui interaksi fisik dan emosional dengan ibu.

Mengurangi pengeluaran keluarga untuk pembelian susu formula dan biaya pengobatan bayi. 

Dari segi lingkungan, memberikan ASI lebih ramah lingkungan karena mengurangi sampah kemasan dan penggunaan energi untuk produksi dan pendistribusian formula susu.

Dengan berbagai keunggulan di atas, selayaknya ibu mengusahakan pemberian ASI ekslusif untuk si Kecil. Namun, tidak selayaknya masyarakat memandang sebelah mata ibu yang memutuskan untuk menggunakan formula susu, baik sebagian atau sepenuhnya. Dengan berkembangnya ilmu pengetahuan, formula susu yang ada di pasaran saat ini telah mengalami banyak perubahan.

Kelebihan dan Kekurangan Susu Formula Dibandingkan ASI

Kelebihan :

Ayah atau pengasuh bisa ikut dalam membantu memberikan susu kepada bayi

Ibu tidak perlu mencari tempat privat untuk memberikan susu

Bagi ibu yang sibuk, tidak harus mencari-cari waktu untuk memerah susu di tengah kesibukan

Susu formula lebih lama tercerna sehingga bayi tidak mudah rewel meminta susu

Ibu bisa lebih bebas mengonsumsi makanan dan minuman dan tidak perlu khawatir asupannya akan mempengaruhi bayi.

Kekurangan :

Susu formula tidak mengandung antibodi yangdibutuhkan bayi untuk membentuk daya tahan tubuh

Kandungan nutrisi ASI lebih baik dari susu formula.

Harus selalu tersedia stok susu formula.

Semua peralatan dan botol bersih yang sudah steril harus disiapkan.

Menambah biaya dan pengeluaran untuk membeli susu formula.

Sering kali bayi yang mendapat susu formula mengalami konstifasi( sulit bab,sembelit ) karna susu formula lebih sulit tercerna.

Tips Mengatur Jarak Pemberian ASI dan Susu Formula untuk si Kecil

Sebagai pengganti ASI eksklusif tersebut susu formula menjadi salah satu solusi. Beberapa Bunda tetap ingin memberikan ASI bersama dengan susu formula. Jika seperti ini, bagaimana aturan pemberian ASI dan susu formula? Bagaimana untuk jarak dan pemberian ASI dan susu formula?

Sebelum Bunda menawarkan susu formula sebagai pengganti untuk menyusui. Ada beberapa kasus di saat susu formula diberikan sebelum menyusui (misalnya, pada bayi yang sakit atau rentan yang tidak menyusui dengan baik). Dalam kasus lain, susu formula akan diberikan sebagai pengganti ASI.

Mengenai jarak pemberian ASI dan susu formula. Ternyata ada perbedaan, jarak pemberian ASI dan susu formula yang cukup berbeda satu sama lain. Perbedaan jarak untuk pemberian ASI dan susu formula ini terjadi karena kedua susu mempunyai durasi yang berbeda untuk dicerna oleh si Kecil.

1.     Prioritaskan Pemberian ASI

Jika Bunda berniat menambahkan susu formula sebagai selingan suatu hari nanti, yang terbaik adalah memberikan ASI eksklusif terlebih dahulu.

2.     Buat Jadwal untuk Pemberian ASI dan Susu Formula

Setelah bayi mengenal rasa susu formula, Bunda bisa membuat jadwal pemberian ASI yang diselingi oleh susu formula. Misalnya, Bunda dapat menghilangkan satu kali jadwal menyusui dan menggantinya dengan memberikan susu formula.

3.     Berikan Susu Formula sebagai Hidangan Penutup

Dengan opsi ini, Bunda dapat memberi bayi semua ASI yang dimiliki untuk kemudian menawarkan susu formula setelah botol ASI jika dia masih lapar. 

4.     Kombinasikan ASI dan Susu Formula ke dalam Satu Botol

Tips yang selanjutnya adalah mencampurkan ASI dan susu formula dalam satu botol. Dengan cara ini, si Kecil yang sudah terbiasa dengan rasa ASI kemungkinan besar bisa menerima campuran ASI dan susu formula ini. 

Nah, itulah sedikit ulasan yang tentang bagaimana pemberian ASI dan susu formula kepada si buah hati.