Perhatikan 5 Hal Dalam Menentukan Jas Hujan, Jangan Contoh Ponco!

By | January 28, 2022

GilaMotor.com – Coba perhatikan, sekarang ini jas hujan menjadi salahsatu bawaan harus terdapat, yg terselip pada bawah jok atau dalam boks motor. Apalagi akhir-akhir ini mulai masuk trend penghujan.

Tapi lalu muncul pertanyaan, apakah jas hujan yang terselip pada bawah jok atau pada boks motor tersebut telah benar-sahih pilihan yg tepat? Khususnya buat melindungi menurut siraman air hujan dengan intensitas rendah, sedang hingga tinggi?

Padahal kita memahami sendiri, pilihan jas hujan di pasaran acapkali bikin gundah. Saking banyaknya jenis dan model yg ditawarkan. 

Namun, apabila mengingat kegunaannya, telah seharusnya pengendara motor tidak berasal beli jas hujan. Paling tidak terdapat lima (lima) hal yg harus diperhatikan dalam menentukan jas hujan.

1. Cek Proses JahitanHendaknya memilih jas hujan yg dipres, bukan yg dijahit, supaya air nir rembes. Foto: Ilustrasi Internet

Salah satu langkah tepat waktu menentukan jas hujan, merupakan terasa nyaman dipakai & mampu melindungi tubuh optimal dari terpaan air hujan.

Ketika membeli jas hujan, Gilmoters perlu memperhatikan sambungan dalam bagian detilnya. Hindari jas hujan yang dijahit dalam setiap bagian, karena berisiko air menyusup lewat pori-pori jahitan.

Lebih baik lagi, pilihlah jas hujan yg proses pembuatannya dipres, bukan dijahit. Mengurangi pengaruh sandang basah akibat rembesan air hujan.

dua. Bahan Nyaman DikenakanHendaknya memilih jas hujan berbahan parasut bukan plastik PVC. Foto: Instagram boris_mihai

Disamping berdasarkan jahitannya, pilih jenis bahan jas hujan yg nyaman dipakai. Hindari jas hujan berbahan PVC atau plastik. 

Selain dapat membuat tubuh gerah dan tidak nyaman, bahan PVC atau plastik itu terbilang mudah sobek.

Disarankan pilih jas hujan berbahan parasut, lantaran bersifat anti air, ringan dan halus. Bahan parasut juga nisbi kondusif dijemur. Beda menggunakan PVC atau plastik yang sanggup mengeras apabila dijemur.

3. Perhatikan Bagian ResletingFoto: Unsplash

Nah, buat yg satu ini harus benar-sahih teliti nih Gilmoters. Sebaiknya periksa dulu, bahan apa yang digunakan buat resletingnya. Supaya awet, pilih jas hujan dengan resleting bermaterial tembaga atau kuningan. 

Hindari resleting jas hujan berbahan plastik atau besi. Sebab, resleting bahan plastik gampang patah atau rusak, sedangkan yang berbahan besi mudah karatan.

Seandainya resleting bahan tembaga atau kuningan sulit ditemukan, bolehlah pilih berbahan besi. Tapi menggunakan catatan, memiliki epilog dalam bagian retsletingnya.

4. Jangan Model PoncoHindari menentukan jas hujan model ponco karena berisiko tersangkut tunggangan lain. Foto: Internet

Membeli jas hujan, janganlah menentukan jenis ponco, cenderung membahayakan lantaran bagian belakangnya menjuntai panjang. 

Jas hujan contoh ini berpotensi tersangkut ke tunggangan lain, dan sanggup mengakibatkan fatal. Apalagi dalam syarat hujan sangat lebat.

Pilihlah jas hujan model setelan, terbilang lebih aman. Kemudian cari bagian celananya yang sedikit lebih akbar, nir ngepas, supaya tidak mudah sobek.

lima. Warna MencolokHendaknya menentukan jas hujan rona mencolok contohnya hijau belia. Foto: Instagram yusufcahyap

Ketika membeli jas hujan, pilih rona cerah atau terang. Supaya pengguna jalan lain mampu melihat eksistensi kita. Terutama ketika hujan deras, apalagi waktu mengendarai kendaraan malam hari.

Ada rekomendasi beberapa warna jas hujan, seperti hijau muda, kuning atau jingga. Boleh juga membeli jas hujan bergaris warna terang, agar bisa memantulkan sorotan lampu tunggangan lain.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *